Perkembangan Anak dan Pendidikan Anak Usia Dini

Anak merupakan fondasi bangsa dan pendidikan terhadapnya merupakan modal dasar keberlangsungan suatu bangsa. kalimat yang penuh retorika tersebut seakan menggugah kita sebagai pembacanya untuk ikut larut berpartisipasi dalam pendidikan anak. Minimalnya ikut concern dalam pendidikan anak demi kemajuan bangsa ini kelak. Mungkin kesadaran ini yang menggugah kemendiknas lewat Undang-Undang RI No.20 Tahun 2003 tentang Pendidikan Anak Usia Dini. Negara kita memerlukan sekitar 58 tahun dari sejak merdeka untuk mencantumkan pentingnya pendidikan usia dini anak-anak kita ke dalam undang-undang negara, namun hendaknya anda sebagai orang  tua tidak perlu berpikir selama itu untuk memutuskan pendidikan usia dini anak anda.

Apakah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) ?

Suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui : Pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut (UU-RI nomor : 20 Tahun 2003 – pasal 1.14)

PAUD pada pernyataan di atas diartikan sebagai suatu program untuk menyiapkan anak untuk memasuki jenjang pendidikan lebih lanjut. Kesiapan disini yang dimaksud adalah rangsangan pendidikan yang kompeten untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani anak.

Bagaimanakah Proses tumbuh-kembang Anak itu ?

Proses anak bertumbuh kembang mungkin telah menjadi suatu pengetahuan umum yang berlaku turun temurun dalam  budaya kita. Nenek kita memberitahu ibu kita, ibu kita memberitahu kita dan seterusnya. jadi secara singkat rata-rata anak-anak dibesarkan atau dikonstruksikan tingkat perkembangannya oleh sosial budaya lingkungannya. Namun jika budaya itu sudah berubah akaibat perkembangan jaman yang sangat pesat, bagaimanakah sistem budaya tumbuh kembang anak tersebut? pertanyaan itu mungkin terdengar konyol bagai sebagian orang atau mungkin menjadi suatu pertanyaan besar yang sedang getol-getolnya dikumandangkan oleh masyarakat kita yang bergeser dari masyarakat tradisional ke masyarakat semi-modern (agak agak moderen gitu deh) ini.

Menurut Jean Piaget ada 4 tahapan tumbuh kembang proses kognitif (pembelajaran secara empiris faktual) anak dari lahir sampai berusia dewasa

  1. Tahapan  Sensosimotor; dari sejak lahir sampai anak berusia 2 tahun, karakteristiknya yaitu pengetahuan anak tentang dunia berdasarkan terhadap perasaan dan kemampuan motorik-nya. Akhir dari periode ini, anak-anak menggunakan gambaran secara mental (mental representations) dan pemahaman terhadap keberadaan objek secara permanen.
  2. Tahapan Preoperational; dari usia 2 sampai 6 tahun, karakteristiknya yaitu anak mulai belajar menggunakan simbol seperti huruf dan angka untuk menggambarkan (represents) bagian bagian dunia, dunia disini adalah dunia yang dipahami melalui perspektif anak.
  3. Tahapan Concrete Operational, dari usia 7 sampai 11 tahun, karakteristiknya anak memahami dan mengaplikasikan proses aktivitas yang telah direncanakan secara logika dan mengembangkannya terhadap fokus pada makna kata “disini” (the here) dan “sekarang” (now)
  4. Tahapan formal operations; dari usia remaja ke atas, remaja dan dewasa berpikir secara abstrak, berspekulasi pada situasi pengandaian (hypothetical ), dan alasan secara deduktif tentang apa yang akan menjadi kemungkinan (piaget dalam Kail, 2010; 177).

PAUD sebagai sebuah proses pendidikan yang juga pembelajaran kognitif, akan menitikberatkan pada point no.1 dan no.2 pada teori jean piaget di atas dan penyusunan program pendidikan disesuaikan dengan kemampuan anak sesuai tingkat kognitif berdasarkan usia. PAUD mengelompokkan usia anak berdasarkan:

  1. Tahap Usia 0-< 2 tahun
  2. Tahap Usia 2-< 4 tahun
  3. Tahap Usia 4- 6 tahun

Pengelompokan usia tersebut dijadikan dasar untuk merumuskan program pendidikan yang diterapkan dalam PAUD. Dalam konteks Lingkup Perkembangan PAUD menitikberatkan kepada pendidikan:

  1. Nilai-nilai Agama dan Moral
  2. Fisik : Motorik Kasar, Motorik Halus dan kesehatan Fisik
  3. Kognitif: Pengetahuan Umum dan Sains, Konsep Bentuk, Warna, Ukuran dan Pola Konsep Bilangan, Lambang Bilangan dan Huruf
  4. Bahasa: Menerima Bahasa, Mengungkapkan Bahasa dan kekerasan
  5. Sosial Emosional

Melihat pemaparan di atas proses tumbuh kembang anak dan keberadaan PAUD merupakan salah satu usaha untuk menyiapkan anak-anak kita untuk jenjang pendidikan selanjutnya. Namun di sisi lain PAUD juga menanamkan kemandirian, proses sosial emosional, agama dan moral, fisik bahkan pengawasan asupan gizi buat anak. Jadi orang tua sebagai “pemegang kebijakan” arah jenjang pendidikan anak hendaknya memanfaatkan program PAUD ini dengan memilih tempat PAUD yang ideal, demi tumbuh kembang anak Indonesia yang sehat, cerdas dan mandiri; dan modal negara Indonesia sebagai negara yang maju ke depannya kelak !

sumber:

Kail, Robert V., 2010, Children And Their Development Fifth Edition, USA; Prentice Hall

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: